Penyakit Lama

Penyakit lama saya kambuh.

Kemarin malam, saya begadang hingga pukul tiga dini hari. Begadang untuk melakukan aktifitas yang menurut orang lain bisa jadi tidak penting-penting amat. Membaca buku cerita silat.

Bukunya menurut saya sangat bagus. Saya yang sedari dahulu penggemar Harry Potter, karya-karya Stephenie Meyer dan lainnya merasa kalau buku cerita silat ini tidak kalah dengan karya-karya legendaris internasional itu. Gaya bercerita pada buku yang saya baca malam begitu mengalir meski telah ditulis lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Menceritakan mengenai dunia kanuragan yang berdasarkan pada sejarah Jawa.

Saking bagusnya buku itu (menurut saya), penyakit lupa tidur, lupa makan, lupa minum kembali kumat. Saya memang seperti itu. Tiap kali menemukan bacaan yang bagus, saya betah berjam-jam bahkan seharian hanya untuk menekuni buku itu. Saya memang suka melakukannya.

Walhasil, tadi malam saya bablas membaca buku sampai pukul tiga dini hari lebih. Begadang.

Dan, kebiasaan yang seperti itu kembali membawa dampak yang kurang baik. Maksud saya, begadang membawa dampak yang kurang baik. Keesokan harinya, satu-satunya yang saya inginkan hanyalah tidur melingkar di atas kasur, dengan memakai bantal dan guling.

Padahal saya tidak boleh tidur karena harus masuk kerja. Dan di tempat kerja lah, perjuangan dimulai. Harus kerja dengan menahan kantuk, kondisi fokus yang berkurang, bekerja di ruangan ber AC, dan berbagai cobaan lainnya.

Penyakit lama yang berulang.