Lebih Baik Terlambat Daripada Tidak Sama Sekali

Sejujurnya, ada banyak hal yang saya sesali sejauh usia saya yang telah mencapai 27 tahun ini. Menyesal karena melakukan ini, menyesal tidak melakukan itu, dan penyesalan-penyesalan lainnya. Dan seperti biasanya, penyesalan hanya menjadi penyesalan. Masa lalu tetaplah menjadi masa lalu, menjadi hal yang telah terlewat tak mungkin lagi diubah.

Salah satu penyesalan yang saya rasakan adalah terkait dunia IT.

Ceritanya, dahulu saya adalah seorang mahasiswa Teknik Informatika. Dahulu ya, saat ini (kebetulan) sudah lulus. Dan sebagaimana yang terjadi di bangku perkuliahan, saya dikenalkan dan dibukakan pintu mengenai berbagai macam disiplin ilmu dalam ranah Informatika, seperti pemrograman, jaringan dan lainnya.

Penyesalan saya adalah, meskipun telah diberikan kunci pembuka atas berbagai macam ilmu tersebut, saya tidak melakukan eksplor lebih dalam lagi akan ilmu-ilmu tersebut. Walhasil, saat ini saya merasa sangat tertinggal dalam penguasaan IT, sangat tertinggal di bidang pendidikan saya sendiri.

Setelah saya runut, akar masalah yang dahulu terjadi adalah dahulu saya merasa dunia IT bukanlah passion. Saat mengerjakan apapun terkait IT saya merasa bosan dan jenuh. Bahkan saking merasa bosannya saya dengan dunia IT, saya sempat beberapa tahun meninggalkan bangku perkuliahan, meski pada akhirnya saya kembali. Kembali setelah bertahun-tahun menghilang.

Ingin sekali rasanya meminta maaf kepada seluruh dosen, terutama kepada para dosen yang membawa saya ke Jakarta, para dosen yang telah membuka pintu untuk memperoleh pendidikan tinggi secara gratis melalui jalur beasiswa.